sisca dianita blog. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

BEBERAPA FAKTA PENYIAR YANG TIDAK ANDA KETAHUI !

Setiap pekerjaan pasti ada suka dukanya. Setiap pekerjaan pasti nggak gampang. Apalagi kalo kerjaan itu baru sebatas niatan. Wuaahh...perlu proses panjang. Karena profesi saya kebetulan seorang announcer, saya akan bongkar beberapa fakta seorang penyiar yang mungkin sebagian dari anda tidak ketahui.

1. Jadi penyiar radio itu nggak gampang lho. Sosok penyiar radio memang nggak se-glamour presenter televisi. Tapi kerja keras para penyiar radio sebenarnya dua kali lipat lebih banyak.

2. Jadwal siaran kadang tidak menentu dengan uang honor / gaji yang tidak terlalu besar dibandingkan presenter yang sering muncul di tipi2.

3. Kami harus hapal - paling tidak tahu - tentang genre musik. Lebih bagus tuh kalo hapal penyanyi dan judul lagu hitnya apa.

4. Kalo siaran pagi atau subuh ( bahkan siaran dini hari) di saat mata masih ngantuk-ngantuknya, kami mau nggak mau harus segera lari ke kamar mandi dan berangkat dalam kondisi nyawa belum penuh. ( Kadang mandi 11 jari-pun jadi)

5. Kalo dapet jadwal siaran pas liburan, kami nggak bisa ngeluh di depan corong mic. Everyone is on the holiday, tapi kami tetep siaran.

6. Tidak boleh suasana hati mempengaruhi siaran. Mau habis nangis berantem sama pacar, atau lagi sakit lemes tak bersemangat, atau hati lagi kacau balau nggak karuan, kami dituntut selalu ceria di udara ( gaya bahasa saya kayak RRI ya? Hehehe...) Toh anda pendengar pasti juga tidak mau tahu apapun kondisi kita para penyiar khan?

7. Kadang lagu-lagu yang di-playlist MD banyak yang tidak kami suka, mau nggak mau kami harus tetep putar itu lagu.

8. Ketika lagi semangat 45 untuk tugas on air, tiba2 peralatan yang ada lagi ngambek dan nggak mau diajak kerjasama. Itu bikin kami down dan ilfill. Tapi anda para listeners tidak pernah mau tahu apapun alasannya dan menuntut kami tetap ceria.

9. Ketika ada sedikit kesalahan kita berucap, banyak SMS dan telpon yang masuk memaki-maki dan protes dengan ucapan kami yang ( mungkin ) tidak sadar diucapkan.

10. Ketika satu program acara memang tidak berdurasi total 60 menit karena kontrak dengan klien, tiba-tiba ada SMS dari pendengar mengolok-ngolok kita sebagai penyiar bodoh yang tidak bisa menghitung menit dalam 1 jam. Apakah anda tahu kalo kita harus mengatur hot clock, mengatur iklan lepas dan jam tayang program sponsor?

11. Ketika kami kelaparan karena belum sempet makan, kamipun tetap dituntut ceria dan tertawa lepas dalam siaran.

12. Ketika ada pendengar yang freak dan mendapat no pribadi kita, kemudian meneror dengan SMS-SMS nggak penting. Haduhh...tobat!

13. Belum lagi ketika kami menghadapi narasumber yang perasaannya lagi kacau balau dan tidak menguasai materi dialog, kamipun harus mencairkan suasana dan membuat semuanya menjadi smooth.

Itu beberapa fakta seorang announcer yang selama ini anda tidak pernah tahu. Mungkin masih ada beberapa poin yang belum tercantum disini. Kalo bicara soal sukanya juga tidak kalah seru. Dari penyiar radio bisa menjadi MC bertarif mahal ( kalo nggak mau dikatakan sudah punya nama). Bagi saya pribadi, networking to work. Meeting new people, getting new experience because networking is very very important thing. And as an announcer, we have to set our minds to be happy person.

The point is jadi penyiar itu harus total dan tidak hanya sekedar pintar ngomong!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

I`M KIND A TYPE WHO WILL LEAVE WHEN I KNOW I`M UNWANTED ANYMORE

Dalam hidup, ada 2 prinsip yang saya pegang. "Take it" or "leave it"!

Begitu cepat saya bisa hapus list phone number di HP, ketika dalam 3 bulan orang di nomer itu tidak pernah kontak. Begitu cepat saya sisihkan baju2 yang selama 2 bulan belakangan nggak pernah saya jamah. Begitu cepat saya lupain orang yang pernah mempunyai kesan dalam hidup ketika dalam 3 hari tidak ada komunikasi lagi.

Idealis?? Mungkin juga. Saya nggak marah disebut idealis meski kata orang, seorang idealis itu dipandang jelek oleh sebagian orang. Itu adalah penilaian yang rancu akan istilah "idealis". Bagi saya, idealisme itu sangat penting selama kita menjalankannya dengan tidak arogan dan tidak egois.

Sama halnya dengan ke"idealis"-an saya untuk memegang 2 prinsip itu. Jaman sekarang sudah banyak sekali orang2 yang terlalu mendewakan basa-basi...yang jatuhnya terkesan munafik. Kalo boleh jujur, sudah banyak dosa yang saya buat sejak kecil sampai sekarang. Dan saya nggak mau menambah dosa saya dari aspek munafik.

Pernah beberapa teman yang bilang ke saya, "Kamu tu kalo nggak suka ke orang kelihatan banget ya. Tutupin dong...basa basi dikit". Mungkin dalam beberapa kasus, saya akan mencoba menutupi ketidaksukaan saya terhadap orang tersebut karena alasan kedekatan environment. Tapi tidak ada excuse untuk orang2 yang bener bikin saya sepet hati dan mata.

Pernah juga teman bilang,"Kamu coba deh pakai model baju ini..kan lagi trend". Haaloooo....apa yang kalian pakai belum tentu cocok kalo saya pakai. Begitu juga sebaliknya. Jadi jangan salahkan saya ketika dalam gerombolan perempuan di mall, saya akan memecah dari gerombolan itu ketika tidak cocok dengan barang yang sedang mereka kerumuni. No tolerance?? Nggak juga. Saya memberikan kebebasan waktu seluas2nya buat mereka milih barang tanpa harus saya kasih time frame.

Intinya....kalo saya suka, I`ll take it. Tapi kalo nggak, jelas I`ll leave it. Ini juga berlaku untuk orang yang omongannya selalu terkesan muluk, tapi NOL untuk realisasinya. Sadis?? Biarlah. Apa anda juga mau mendengarkan orang yang ngomong "mulek" dari A ke Z...padahal dia mau ngomong B?? Sabar dan telaten sekali anda :)

Saya juga akan meninggalkan orang yang jelas2 sudah tidak membutuhkan saya lagi. Apalagi orang yang hanya menghubungi saya di saat dia butuh teman dan melupakan saya disaat dia senang. Tinggalkan orang semacam ini karena there would be no point in :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS