Dalam hidup, ada 2 prinsip yang saya pegang. "Take it" or "leave it"!
Begitu cepat saya bisa hapus list phone number di HP, ketika dalam 3 bulan orang di nomer itu tidak pernah kontak. Begitu cepat saya sisihkan baju2 yang selama 2 bulan belakangan nggak pernah saya jamah. Begitu cepat saya lupain orang yang pernah mempunyai kesan dalam hidup ketika dalam 3 hari tidak ada komunikasi lagi.
Idealis?? Mungkin juga. Saya nggak marah disebut idealis meski kata orang, seorang idealis itu dipandang jelek oleh sebagian orang. Itu adalah penilaian yang rancu akan istilah "idealis". Bagi saya, idealisme itu sangat penting selama kita menjalankannya dengan tidak arogan dan tidak egois.Begitu cepat saya bisa hapus list phone number di HP, ketika dalam 3 bulan orang di nomer itu tidak pernah kontak. Begitu cepat saya sisihkan baju2 yang selama 2 bulan belakangan nggak pernah saya jamah. Begitu cepat saya lupain orang yang pernah mempunyai kesan dalam hidup ketika dalam 3 hari tidak ada komunikasi lagi.
Sama halnya dengan ke"idealis"-an saya untuk memegang 2 prinsip itu. Jaman sekarang sudah banyak sekali orang2 yang terlalu mendewakan basa-basi...yang jatuhnya terkesan munafik. Kalo boleh jujur, sudah banyak dosa yang saya buat sejak kecil sampai sekarang. Dan saya nggak mau menambah dosa saya dari aspek munafik.
Pernah beberapa teman yang bilang ke saya, "Kamu tu kalo nggak suka ke orang kelihatan banget ya. Tutupin dong...basa basi dikit". Mungkin dalam beberapa kasus, saya akan mencoba menutupi ketidaksukaan saya terhadap orang tersebut karena alasan kedekatan environment. Tapi tidak ada excuse untuk orang2 yang bener bikin saya sepet hati dan mata.
Pernah juga teman bilang,"Kamu coba deh pakai model baju ini..kan lagi trend". Haaloooo....apa yang kalian pakai belum tentu cocok kalo saya pakai. Begitu juga sebaliknya. Jadi jangan salahkan saya ketika dalam gerombolan perempuan di mall, saya akan memecah dari gerombolan itu ketika tidak cocok dengan barang yang sedang mereka kerumuni. No tolerance?? Nggak juga. Saya memberikan kebebasan waktu seluas2nya buat mereka milih barang tanpa harus saya kasih time frame.
Intinya....kalo saya suka, I`ll take it. Tapi kalo nggak, jelas I`ll leave it. Ini juga berlaku untuk orang yang omongannya selalu terkesan muluk, tapi NOL untuk realisasinya. Sadis?? Biarlah. Apa anda juga mau mendengarkan orang yang ngomong "mulek" dari A ke Z...padahal dia mau ngomong B?? Sabar dan telaten sekali anda :)
Saya juga akan meninggalkan orang yang jelas2 sudah tidak membutuhkan saya lagi. Apalagi orang yang hanya menghubungi saya di saat dia butuh teman dan melupakan saya disaat dia senang. Tinggalkan orang semacam ini karena there would be no point in :)






0 komentar:
Posting Komentar