Dulu ketika masih duduk di bangku SMP, saya hanyalah gadis kecil yang sangat tidak menarik tapi mempunyai rasa percaya diri yang besar. Bagaimana tidak menarik? Saat itu saya berambut pendek, kurus, dan hitam keling. Paduan sempurna untuk bisa dikatakan "jelek". Keinginan untuk bergabung menjadi anggota drumband sekolahpun tidak terlaksana. Memang saya adalah anak yang tidak terkenal saat SMP.
Ketika masuk di bangku SMA, kondisi tidak terlalu berbeda. Namun rasa percaya diri yang tinggi dan keinginan besar untuk selalu menjadi pusat perhatian, membuat saya terkenal di kalangan teman-teman saat itu. Dengan penampilan yang sedikit lebih mengenal make up ( meski hanya sekedar lipgloss dan bedak ), rambut panjang sebahu, badan lebih berisi, prestasi ekstra kurikuler yang bisa dibilang lumayan namun tetap dengan kulit sawo matang, membuat saya tergabung dalam Vokal Group SMA yang terdiri dari 5 orang dan membawa harum nama sekolah karena menjadi juara umum vokal grup se-Madiun saat itu. Selain termasuk menonjol dalam bidang seni, saya tergabung dalam satu kelompok elite ( sebut begitu saja ) di SMA itu dengan nama Crazy Sexy Cool. Kalau sudah tergabung di kelompok itu, pelajar lain pasti takut mengutak-atik anggota kelompok Crazy Sexy Cool. Karena kelompok ini adalah anak-anak yang modis, cantik dan ganteng ( meski saya nggak cantik saat itu ), keren tongkrongannya ( pinjam istilah anak sekarang ), dan bandel karena menjadi sorotan guru-guru. Hehehehhe....
Berlanjut masa kuliah, saya lagi-lagi bukanlah orang yang menonjol dalam hal kecantikan. Masih dengan kondisi kulit coklat sawo matang cenderung hitam, rambut ikal cenderung keriting semut, dan badan yang nggak tahu kenapa semakin kurus. Namun entah kenapa, saya selalu percaya diri dengan kondisi yang ada dan aktif di himpunan mahasiswa Universitas tempat saya meraih gelar sarjana. Herannya, banyak lho yang suka dan pengen jadi pacar saya waktu itu. Mungkin karena saat itu mata mereka katarak ya? Hahahahaa....
Suatu ketika ada seorang laki-laki yang pengen dekat dengan saya lebih dari sekedar teman. Ya kalo anak sekarang bilang gebetan. Saya tanya kepada laki-laki itu, "Mengapa bisa suka sama saya? Saya kan jelek, masih banyak tuh yang cantik". Jujur saya mengharapkan dia menjawab,"Kamu cantik kok". Tapi ternyata dari mulutnya terdengar satu jawaban yang membuat saya sempat kaget dan tersanjung. Ia bilang, "Kamu tuh nggak cantik, juga nggak jelek. Tapi kamu enak banget diajak ngobrol, nyambung, dan nggak jaim". Deg!! Yaaahh nggak cantik deh ( sempat kecewa sih ) :D
Tahun sudah berganti, jaman sudah semakin maju. Suatu hari bertemu dengan kenalan seorang wanita cantik yang selalu gemar mengulik tubuh, entah itu operasi hidung, suntik silikon, dsb. Namun dengan niatan saya yang ingin tampil apa adanya, saya tolak ajakannya untuk melakukan hal yang sama dengannya. Saya yakin, Allah menciptakan kita bukan untuk dirubah total, tapi sedikit dipoles.
Seiring berjalannya waktu, saya mengenal salon dan mulai memperhatikan penampilan. Sampai suatu kesempatan beberapa kali bertemu dengan teman-teman lama - baik teman SMP, SMA atau kuliah - bahkan dosen pengajar, mereka selalu bilang "Kamu berubah lho. Lebih cantik, lebih seger". Jujur tidak munafik dan tanpa mengurangi rasa rendah hati, itu semua membuat saya senang, bahagia, tersanjung dan GR of course. Berarti tidak sia-sia selama ini saya menghargai diri saya dengan merawat diri. Malah ketika reuni beberapa waktu lalu, sempat ada teman pria yang bilang, "Nyesel saya putus dari kamu dulu. Tau gini aku tunggu sejak dulu". Hahahaha....Thanks guys.
Satu hal yang sebenarnya ingin saya sampaikan disini, beauty comes from within. Tidak perlu menjalani operasi berjuta-juta rupiah hanya untuk menjadi cantik. Kalau saja anda mau menerima diri anda apa adanya. Be confident! Each one of us is beautiful. Sama seperti yang dibilang Bruno Mars.....Just The Way You are.....
Ketika masuk di bangku SMA, kondisi tidak terlalu berbeda. Namun rasa percaya diri yang tinggi dan keinginan besar untuk selalu menjadi pusat perhatian, membuat saya terkenal di kalangan teman-teman saat itu. Dengan penampilan yang sedikit lebih mengenal make up ( meski hanya sekedar lipgloss dan bedak ), rambut panjang sebahu, badan lebih berisi, prestasi ekstra kurikuler yang bisa dibilang lumayan namun tetap dengan kulit sawo matang, membuat saya tergabung dalam Vokal Group SMA yang terdiri dari 5 orang dan membawa harum nama sekolah karena menjadi juara umum vokal grup se-Madiun saat itu. Selain termasuk menonjol dalam bidang seni, saya tergabung dalam satu kelompok elite ( sebut begitu saja ) di SMA itu dengan nama Crazy Sexy Cool. Kalau sudah tergabung di kelompok itu, pelajar lain pasti takut mengutak-atik anggota kelompok Crazy Sexy Cool. Karena kelompok ini adalah anak-anak yang modis, cantik dan ganteng ( meski saya nggak cantik saat itu ), keren tongkrongannya ( pinjam istilah anak sekarang ), dan bandel karena menjadi sorotan guru-guru. Hehehehhe....
Berlanjut masa kuliah, saya lagi-lagi bukanlah orang yang menonjol dalam hal kecantikan. Masih dengan kondisi kulit coklat sawo matang cenderung hitam, rambut ikal cenderung keriting semut, dan badan yang nggak tahu kenapa semakin kurus. Namun entah kenapa, saya selalu percaya diri dengan kondisi yang ada dan aktif di himpunan mahasiswa Universitas tempat saya meraih gelar sarjana. Herannya, banyak lho yang suka dan pengen jadi pacar saya waktu itu. Mungkin karena saat itu mata mereka katarak ya? Hahahahaa....
Suatu ketika ada seorang laki-laki yang pengen dekat dengan saya lebih dari sekedar teman. Ya kalo anak sekarang bilang gebetan. Saya tanya kepada laki-laki itu, "Mengapa bisa suka sama saya? Saya kan jelek, masih banyak tuh yang cantik". Jujur saya mengharapkan dia menjawab,"Kamu cantik kok". Tapi ternyata dari mulutnya terdengar satu jawaban yang membuat saya sempat kaget dan tersanjung. Ia bilang, "Kamu tuh nggak cantik, juga nggak jelek. Tapi kamu enak banget diajak ngobrol, nyambung, dan nggak jaim". Deg!! Yaaahh nggak cantik deh ( sempat kecewa sih ) :D
Tahun sudah berganti, jaman sudah semakin maju. Suatu hari bertemu dengan kenalan seorang wanita cantik yang selalu gemar mengulik tubuh, entah itu operasi hidung, suntik silikon, dsb. Namun dengan niatan saya yang ingin tampil apa adanya, saya tolak ajakannya untuk melakukan hal yang sama dengannya. Saya yakin, Allah menciptakan kita bukan untuk dirubah total, tapi sedikit dipoles.
Seiring berjalannya waktu, saya mengenal salon dan mulai memperhatikan penampilan. Sampai suatu kesempatan beberapa kali bertemu dengan teman-teman lama - baik teman SMP, SMA atau kuliah - bahkan dosen pengajar, mereka selalu bilang "Kamu berubah lho. Lebih cantik, lebih seger". Jujur tidak munafik dan tanpa mengurangi rasa rendah hati, itu semua membuat saya senang, bahagia, tersanjung dan GR of course. Berarti tidak sia-sia selama ini saya menghargai diri saya dengan merawat diri. Malah ketika reuni beberapa waktu lalu, sempat ada teman pria yang bilang, "Nyesel saya putus dari kamu dulu. Tau gini aku tunggu sejak dulu". Hahahaha....Thanks guys.
Satu hal yang sebenarnya ingin saya sampaikan disini, beauty comes from within. Tidak perlu menjalani operasi berjuta-juta rupiah hanya untuk menjadi cantik. Kalau saja anda mau menerima diri anda apa adanya. Be confident! Each one of us is beautiful. Sama seperti yang dibilang Bruno Mars.....Just The Way You are.....





