sisca dianita blog. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

NGGAK NYANGKA JADI KAYAK SEKARANG


Cerita dikit boleh dong........

Dulu waktu kecil, saya punya cita-cita setinggi gunung sedalam lautan .... hehehhhehe... Pernah pengen jadi Insinyur Pertanian. Tapi keinginan itu cuma bertahan 2 tahun saat berusia 6 th. Lihat seorang dokter sedang memeriksa pasien, saya jadi pengen seperti mereka. Tapi nggak lama juga.....Akhirnya, saya putuskan untuk menjadi orang yang bisa membahagiakan orang tua ( meskipun masih terus merasa belum bisa membuat orang tua bangga ).

Dulu saya nggak pernah bercita-cita jadi seorang MC/Pembawa Acara atau presenter radio seperti sekarang. Gimana mau bercita-cita, bayangan aja nggak punya. Tapi untungnya pas jaman sekolah dulu, saya gabung di berbagai aktivitas sekolah seperti OSIS, pleton inti alias baris-berbaris. paduan suara, vocal group, dll. Dari berbagai aktivitas itu, saya merasa kayaknya enak ya bisa tampil di muka umum. Dan ternyata, saya merasakannya sekarang…

Menjadi seorang MC profesional nggak semudah yang orang kira. Banyak juga yang suka kasih komentar :”Enak ya jadi MC, kerjanya gampang, duitnya banyak. Padahal cuma ngomong dikit-dikit plus senyum-senyum”. Hei....not that easy guys….

Paling-tidak, saya sendiri bekerja-keras untuk setiap performance saya, baik untuk acara resmi maupun acara santai. Dua-duanya menuntut persiapan, latihan, kemampuan beradaptasi, kemampuan menyerap informasi, kemampuan bicara dan mengolah kalimat yang tepat, penampilan yang sesuai dengan jenis acara, dan kepekaan akan situasi, sehingga siap terhadap perubahan yang mungkin terjadi. Jam-terbang alias pengalaman akan memberi tambahan rasa percaya diri, ilmu, dan kematangan diri.

Jendela panggung yang terbuka ( istilahnya keren ya... ), benar-benar memberi saya dunia baru yang penuh perjuangan. Beradaptasi dengan berbagai lingkungan kerja dan karakter manusia, mengelola waktu dan energi supaya bisa tampil bagus, terus-menerus menambah wawasan dengan banyak membaca dan bergaul, menerima dengan arif segala kritikan dan pujian. Fiuuuuh…itu semua bisa sangat sangat melelahkan lahir-batin. Sumpah !!! Tapi kalau dinikmati setiap detiknya, maka semua menjadi jalinan langkah yang berarti dan menyenangkan…. Kata orang bijak sih... seterjal apapun jalan itu…kadang memang perlu berhenti untuk mengambil nafas panjang supaya bisa melanjutkan lagi perjalanan yang masih mendaki… Bener guys, life is a journey…

Berawal jadi protokol upacara di sekolah, MC 17-an di kampung, MC acara wisuda di kampus, rasa percaya diri itu bertambah ketika diterima sebagai penyiar di Radio DCS FM Madiun tahun 1999. Sambil kuliah (di Sastra Inggris Universitas Widya Mandala Madiun ), saya mulai belajar membagi waktu, energi, dan perasaan sebagai seorang profesional. Ya, satu lagi daun jendela itu terbuka…dan saya melihat sesuatu yang lebih luas lagi di sana…

Sejak itulah aktivitas lain susul-menyusul saya tekuni. Permintaan menjadi MC di berbagai acara mengalir, benar-benar mengasikkan, tapi juga diwarnai jatuh-bangun nggak karuan. Saya belajar menjadi diri sendiri sekaligus bersosialisasi alias menjadi makhluk sosial yang harus pandai beradaptasi.
Tawaran menjadi host acara JTV Surabaya pun datang, meskipun syuting dilakukan di kota tercintaku Madiun. Asal tau aja, sebelum bener - bener terjun menjadi MC di berbagai event, saya pernah menjadi home singer alias penyanyi di Hotel Merdeka - salah satu hotel ternama di kota Madiun. Tapi nggak lama...dengan alasan waktu yang terlalu larut setiap harinya serta pandangan orang Madiun yang mungkin masih terlalu kolot ketika melihat seorang wanita pulang jam 12 malam tiap harinya.

Yang begitu saya syukuri dari pekerjaan sebagai MC selama ini, adalah kesempatan bertemu begitu banyak orang dan belajar apapun dari mereka. Betapa bahagianya ketemu dengan berbagai pribadi yang unik dari berbagai kota di Indonesia.

Pengalaman kurang lebih 10 tahun ( sampai sekarang saya masih jalani profesi ini ) menjadi penyiar di Radio DCS FM Madiun merupakan jendela kehidupan yang mengalirkan pengalaman luar biasa, yang nggak mungkin terhapus begitu saja.

Saya juga belajar untuk nggak terpaku pada kesalahan yang sudah dibuat, melainkan segera mengontrol diri dan konsentrasi pada tugas selanjutnya. Misalnya kita sudah terlanjur salah nyebutin nama penyanyi atau keseleo lidah atau slip of the tongue. Jangan terlalu dipikirin karena malah bisa mengganggu konsentrasi selanjutnya. Yang penting ambil kesempatan berikutnya untuk meralat dan lanjutkan siaran dengan lebih konsentrasi sehingga nggak keseleo lidah lagi.

Peluh, tawa, canda, tangis, debat, teriakan, tepukan pemberi semangat, dan doa bersama di setiap awal serta akhir acara adalah bukti seribu macam perasaan dan pengalaman yang pernah saya punya. Semoga saya masih diberi kesemapatn untuk mengayunkan langkah demi langkah ke depan….

Masih banyak lagi tulisan yang bakal saya coretkan...karena perjalanan sebagai orang di dunia hiburan seperti sekarang nggak akan berhenti sampai disini. Paling tidak, saya masih pengen lebih dalam lagi menekuni dunia yang sudah klik di hati ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar