Jam di studio siar menunjukkan 20.00WIB.......
Siap handle mixer dan mic di depan mulut. Dua jam ke depan temani pendengar di sesi curhat. Satu program yang bikin kita bersikap seolah-olah kita bijaksana dan berdiri di posisi netral.
"Tulululut...tululuulutt...."
Penelpon I masuk : "Saya perempuan usia 26 tahun. Pacaran sudah 6 tahun. Semuanya lancar sampai suatu ketika pacar mengajak saya untuk menikah. Saya bingung. Memang saya sudah pernah bertemu dengan kedua orang tuanya, tapi saya belum pernah mengenalkan dia ke ortu saya. Saya merasa bersalah terhadapnya karena sampai sekarang dia belum tahu identitas saya yang asli, mulai nama, alamat dan lain sebagainya. Bagaimana saya harus bersikap?"
"Tululuttt...tululutt...."
Penelpon ke-2 : Saya wanita satu-satunya dalam keluarga dan sampai sekarang belum menikah. Orang tua selalu menyalahkan saya padahal sayalah yang membiayai hidup orang tua. Orang tua menganggap saya tidak bisa membahagiakan mereka, hanya karena saya belum punya calon pendamping. Saya harus bagaimana?"
"Kling..."
SMS kesekian: "Saya adalah pria yang sudah beristri. Beberapa bulan ini saya kembali di titik nol. Saya bangkrut. Istri marah-marah terus dan mengancam berangkat ke luar negeri sebagai TKW jika saya tidak bisa kembali mencukupi kehidupan sehari-hari kami. Saya sudah hampir putus asa dengan kehidupan saya. Saya sudah berusaha tapi belum mendapat hasil. Apa yang harus saya lakukan untuk menghadapi istri saya?"
Ini adalah sebagian dari keluhan-keluhan tentang kehidupan yang disampaikan pendengar saya di radio. Kalau ditulis disini semuanya, saya jamin tidak akan mampu tangan saya menulis semua. Saya juga yakin akan puaaanjaang dan membosankan jika tulisan ini hanya berisi keluhan-keluhan kehidupan.
Tulisan ini hanya sebagai gambaran bahwa kita tidak sendirian dalam menjalani hidup. Bukan hanya anda atau saya yang mempunyai permasalahan di dunia ini. Jangan pernah merasa bahwa masalah kitalah yang paling berat, sampai-sampai anda berpikiran dan mempunyai stigma "sayalah manusia paling malang di dunia". Masih banyak saudara-saudara kita di luaran sana yang mempunyai problem hidup, bahkan mungkin lebih berat dari kita.
Akan lebih bagus kalau kita mencoba mencari satu solusi tepat untuk setiap permasalahan, daripada kita terus menerus mengeluh dan menyesali apa yang sudah terjadi dan menimpa kita. Maybe you can wear a smile to cover the tears, semata-mata untuk menyemangati hidup anda dan meyakinkan diri bahwa hidup ini masih bermakna. Yakinlah bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluar. Sometimes we must get hurt in order to grow, and we must fail in order to know....:)
Siap handle mixer dan mic di depan mulut. Dua jam ke depan temani pendengar di sesi curhat. Satu program yang bikin kita bersikap seolah-olah kita bijaksana dan berdiri di posisi netral.
"Tulululut...tululuulutt...."
Penelpon I masuk : "Saya perempuan usia 26 tahun. Pacaran sudah 6 tahun. Semuanya lancar sampai suatu ketika pacar mengajak saya untuk menikah. Saya bingung. Memang saya sudah pernah bertemu dengan kedua orang tuanya, tapi saya belum pernah mengenalkan dia ke ortu saya. Saya merasa bersalah terhadapnya karena sampai sekarang dia belum tahu identitas saya yang asli, mulai nama, alamat dan lain sebagainya. Bagaimana saya harus bersikap?"
"Tululuttt...tululutt...."
Penelpon ke-2 : Saya wanita satu-satunya dalam keluarga dan sampai sekarang belum menikah. Orang tua selalu menyalahkan saya padahal sayalah yang membiayai hidup orang tua. Orang tua menganggap saya tidak bisa membahagiakan mereka, hanya karena saya belum punya calon pendamping. Saya harus bagaimana?"
"Kling..."
SMS kesekian: "Saya adalah pria yang sudah beristri. Beberapa bulan ini saya kembali di titik nol. Saya bangkrut. Istri marah-marah terus dan mengancam berangkat ke luar negeri sebagai TKW jika saya tidak bisa kembali mencukupi kehidupan sehari-hari kami. Saya sudah hampir putus asa dengan kehidupan saya. Saya sudah berusaha tapi belum mendapat hasil. Apa yang harus saya lakukan untuk menghadapi istri saya?"
Ini adalah sebagian dari keluhan-keluhan tentang kehidupan yang disampaikan pendengar saya di radio. Kalau ditulis disini semuanya, saya jamin tidak akan mampu tangan saya menulis semua. Saya juga yakin akan puaaanjaang dan membosankan jika tulisan ini hanya berisi keluhan-keluhan kehidupan.
Tulisan ini hanya sebagai gambaran bahwa kita tidak sendirian dalam menjalani hidup. Bukan hanya anda atau saya yang mempunyai permasalahan di dunia ini. Jangan pernah merasa bahwa masalah kitalah yang paling berat, sampai-sampai anda berpikiran dan mempunyai stigma "sayalah manusia paling malang di dunia". Masih banyak saudara-saudara kita di luaran sana yang mempunyai problem hidup, bahkan mungkin lebih berat dari kita.
Akan lebih bagus kalau kita mencoba mencari satu solusi tepat untuk setiap permasalahan, daripada kita terus menerus mengeluh dan menyesali apa yang sudah terjadi dan menimpa kita. Maybe you can wear a smile to cover the tears, semata-mata untuk menyemangati hidup anda dan meyakinkan diri bahwa hidup ini masih bermakna. Yakinlah bahwa setiap permasalahan pasti ada jalan keluar. Sometimes we must get hurt in order to grow, and we must fail in order to know....:)






2 komentar:
saat kita mengeluh kuran itu ini, harusnya kita melihat keluar sana, bahwa masih banyak yg g seberuntung kita.. :)
Ratna---> Yes dear. Maka jangan selalu lupa untuk ucapkan rasa syukur :)
Posting Komentar